Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

managemen latah dan cara penanggulangannya

1. Pengertian Latah
Menurut KBBI edisi ketiga, latah mempunyai arti ;

  •     Menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain.
  •     Berkelakuan seperti orang gila, misalnya; karena kehilangan orang yang dicintai
  •     Meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain
  •     Mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.


Menurut Dr. Rinrin R. Kaltarina, Psi.,M.Si., Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap secara tak terkendali setelah terjadinya reaksi kaget.

Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap atau tidak terkendali, pascareaksi kaget (starled reaction). Saat latah muncul yang berkuasa alam bawah sadar (subconcious).


2. Penyebab Latah
Penyebab utama latah adalah kecemasan atau tertekan gara-gara stres. Ada beberapa teori yang menyebabkan timbulnya gangguan latah, yaitu :

Teori Pemberontakan. Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal-hal yang dilarang tanpa merasa bersalah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih kearah obsesif karena ada dorongan yang tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.

Teori Kecemasan. Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata, dalam kehidupan pengidap latah selalu terdapat tokoh otoriter, entah ayah atau ibu. Bisa jadi, latah merupakan jalan pemberontakannya terhadap dominan orang tua yang sangat menekan. Walau demikian tokoh otoriter tidak harus berasal dari lingkungan keluarga.

Teori Pengondisian. Inilah yang disebut latah gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan oleh lingkungannya, misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan dan diperhatikan oleh lingkungan. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut ”latah gaul”.


3. Macam – Macam Latah
Menurut Dr. Rinrin R. Kaltarina, Psi.,M.Si. Ada empat macam latah.

1. Ekolalia: mengulangi perkataan orang lain

2. Ekopraksia: meniru gerakan orang lain

3. Koprolalia: mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu/kotor

4. Automatic obedience: melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut, misalnya; ketika penderita dikejutkan dengan seruan perintah seperti ”sujud” atau ”peluk”, ia akan segera melakukan perintah itu.


4. Bahaya Latah
Mengekang Kreatifitas. Karena kita sudah terbiasa untuk meniru orang lain, berbuat seperti orang lain bertingkah laku. akhirnya kita kehilangan daya untuk ‘mencipta’ hal-hal yang baru, yang lebih segar dan kita akan mapan dengan kejumudan. “be a leader dont be a follower”

Mengikis keberagaman. Jangan harap menemukan hal-hal ‘baru’ jika budaya ini terlanjur menjadi akut. semua orang akan memilih untuk seragam ketimbang bersusah payah membuat hal yang sama sekali lain. Bisa-bisa slogan kita akan berubah dari “walaupun berbeda namun tetap satu jua” menjadi “walaupun satu asalkan berbeda-beda”.

Baik Buruknya Tergantung Peniruan
Menurut Evi Elviati, Psi., psikolog dari Essa Consulting Group, baik buruknya anak bersikap latah terhadap sang teman tergantung apa yang ditirunya. Jika sifatnya negatif, maka orang tua harus segera menghentikan dengan memberinya penjelasan kepada anak. Sebaliknya, jika yang dicontoh adalah hal-hal positif, maka orang tua justru harus memberikan dukungan agar anak terus melakukan hal itu.


5. Penanganan / Penyembuhan
Syarat munculnya latah adalah adanya keterkejutan. Untuk mengurangi dan menyembuhkan latah, ia harus bisa menemukan ketenangan hidup. Misalnya, keluar dari rumah kalau orang tuanya kerap melakukan tekanan atau berganti bidang pekerjaan jika pekerjaannya itu membuatnya stres.

Untuk menyembuhkan si latah, lingkungan memang harus berempati. Ada penderita latah yang sembuh sendiri setelah berkeluarga dan hidup tenang. Selebihnya, penderita dianjurkan melakukan latihan relaksasi, meditasi, dan konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini akan membantu penderita menuju kesembuhan. Dan, sering-seringlah melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak membuat stres (Dr. Rinrin R. Khaltarina, Psi., M.Si.).

Terapi puasa cukup populer di Eropa maupun AS. Kabar gembira lain, hasil riset terakhir membuktikan puasa yang dijalankan secata tepat dan benar, bisa berfungsi sebagai terapi bagi penderita latah. Ini bersumber kepada fakta bakti bahwa pausa dapat membuat seseorang lebih mampu menguasai dan mengendalikan diri.

Kamis, 13 September 2012

mahabah



Amalan mahabbah/pengasihan ini merupakan mahabbah tingkat tinggi, kalau di Madura di sebut dengan “Tashirul Qulub/Sihir Hati”. dan insyaalah perempuan yang dituju hanya butuh waktu 3 hari sudah tergila-gila. untuk taretan yang mau ngamalin. monggo. semoga maqbul dan mustajab!

Tawassul Fatihah
Nabi Muhammad 2X
Syeh Abdul Qodir Jailani 3X
Syeh Maghrobi 4X
Syeh Hasan Maghrobi 5X
Ilaa Ruhi Wajasadi Fulanah(Nama Binti Ibunya) 6x

Lalu Baca Surat Al-Fatihah 1X
Bismillahir Rohmanir Rohim

ALLAHUMMA JALLIB WA HABBIB WAQORRIB WA ALLIF WA ‘ATHTHIF RUUHA WAJASADA WANUURO WA QOLBA……………………..(SEBUT NAMA PEREMPUAN….FULANAH BINTI….IBUNYA)

MAWADDATAN WA MAHABBATAN SYADIIDATAN MINNII WAHASSIN LII MIN YAUMINAA HADZAA ILAA YAUMIL BA’SI (1000X)

Caranya:
Solat hajat husus 4 rokaat 2 salam jam 24.30 Wib
Di amalkan selama 3 malam dimulai malam kelahiran Perempuannya atau jika tidak tahu di mulai malam kelahiran sendiri/sang pengamal
Diusahakan menggunakan/memegang foto perempuannya saat mengamalkan.

NB: amalan ini hanya boleh diamalkan kalau mau di nikahi.kalau hanya untuk buat main main saya tidak rela dan tidak ikhlas. @@@