Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

KB Alami itu menyehatkan semuanya



hari minggu kemarin, saya baru dapet ilmu dari sebuah kursus...
ini sangat berguna buat pasangan yang ingin menunda kehamilan, meksi agak ribet tapi cara ini cukup aman buat kesehatan.
namanya KB Alami..
ini sehat karena tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun yg si masukan ke dalam tubuh pasangan. Karena seperti kita tau, penggunaan alat kontasepsi mwmiliki efek samping yang dapat menimbulkan rasa kurang nyaman dan ada beberapa wanita yang tingkat toleransi tubuhnya sangat rendah terhadap efek samping alat kontrasepsi yang dipakainya. Efek samping yang dirasakan seperti mual, pusing, problema kulit, obesitas, perdarahan dan nyeri perut pada penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormon, resiko kebocoran dan repot pada pemakaian kondom, hingga resiko hamil anggur pada penggunaan IUD.

penggunaan IUD bisa mengakibatkan keputihan, dan perlu anda ketahui, nara sumber yg kemarin memberikan pencerahan, ternnyata adalah korban IUD, dia hamil meski sudah di tanam IUD di rahimnya. berkali2 dia menggunakan KB ini, dan katanya, alat ini pernah jatuh dengan sendirinya keluar dari rahim...hiiiiiiy...aye sih udah ngilu duluan perutnya ngeliat benda tsb, mana ada dua benang lagi, apa gak geli tuh.

buat anda anda yg mau mencoba KB alami..sooooook..

Prinsip KB alami
KB alami prinsip pencegahan kehamilannya berdasarkan informasi tentang sel telur pada wanita dan sperma pada pria, seperti berikut :
1.Ovulasi pada wanita biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi berikutnya
Contoh : 
Jika seorang wanita mempunyai siklus menstruasi 28 hari dan hari pertama menstruasi disebut dengan hari ke-1, maka biasanya dia akan mengalami ovulasi pada hari ke-14.
Jika siklus menstruasinya 32 hari, maka biasanya ovulasi akan terjadi pada hari ke-18.
2. Ketika ovulasi terjadi, maka sperma mempunyai waktu 24 jam untuk membuahi sel telur wanita yang berada di tuba falopi.
3. Sperma dapat bertahan hidup sampai 7 hari setelah terjadinya hubungan seksual.
Dengan pengetahuan ini, maka akan didapat informasi mengenai fase kesuburan wanita pada setiap siklus menstruasi. Akan tetapi apabila seorang wanita mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur, akan menjadi lebih sulit untuk mengetahui masa suburnya.

Akurasi penentuan waktu ovulasi/masa subur merupakan batu pertama dalam perencanaan KB alami. 3 prinsip yang digunakan untuk mengetahui terjadinya waktu ovulasi adalah dengan :


  1. Metode kalendar
  2. Metode suhu tubuh
  3. Tes lendir vagina

Jenis-jenis KB alami beserta kelebihan dan kekurangannya
2 jenis KB alami yang banyak digunakan adalah senggama terputus dan metode irama tubuh, berikut adalah penjelasannya :

  • Metode irama tubuh

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa penentuan waktu ovulasi dapat diketahui melalui pemeriksaan tubuh dengan menggunakan metode kalender, suhu tubuh dan lendir vagina. Jadi KB alami dengan menggunakan metode irama tubuh ialah dengan cara mengetahui waktu terjadinya ovulasi pada wanita. Apabila menginginkan kehamilan, maka hubungan seksual dilakukan pada waktu masa subur dan apabila tidak menginginkan kehamilan maka jangan melakukan hubungan seksual saat terjadinya masa subur.
1       Metode kalender
Dengan meilhat waktu terjadinya menstruasi pada siklus sebelumnya akan mendapat gambaran mengenai kapan terjadinya masa ovulasi pada wanita. Hal ini karena biasanya masa subur akan terjadi 12-16 hari sebelum terjadinya menstruasi.
Metode suhu tubuh
Pada saat terjadinya ovulasi, biasanya suhu tubuh akan mengalami kenaikan 0,5 ° C karena pengaruh hormone progesteron. Jadi pada waktu-waktu yang dianggap mendekati masa subur, dapat dilakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap pagi untuk dapat mengetahui adanya kenaikan suhu tubuh. oya, mengukur suhu tubuh harus pagi hari persis saat bangun tdr dan belum melakukan kegiatan apapun. dan anda harus sudah tidur lelap selama minimal 3 jam.
2.     Tes lendir vagina
Pada saat terjadinya siklus menstruasi, kondisi lendir didaerah vagina akan berubah-ubah akibat dari pengaruh hormon estrogen dan progesterone. Dengan mengetahui kondisi lendir vagina juga dapat mengetahui kira-kira kapan masa ovulasi akan terjadi. Pada saat sebelum terjadinya ovulasi, lendir vagina akan menjadi lebih encer dengan warna transparent atau sedikit kekuningan. Sedangkan saat terjadinya ovulasi maka lendir vagina akan menjadi lebih banyak dan kental seperti putih telur. Sedangkan pada saat sesudah terjadinya ovulasi lendir vagina yang ada akan menjadi lebih sedikit dan lebih kental serta lengket.

Dengan mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh tersebut, baik melalui metode kalender, metode suhu tubuh dan tes lendir vagina maka dapat diperkirakan kapan terjadinya masa subur pada wanita. Efektifitas dari metode ini sebesar 91 % yang berarti 9 dari 100 orang wanita dapat menjadi hamil apabila menggunakan metode ini. Catatan harus diberikan pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur maka bisa saja tingkat efektifitasnya menjadi lebih rendah lagi karena lebih sulit untuk menentukan kapan kira-kira masa subur akan terjadi. agar lebih efektif, lakukan pencatatan selam tiga bulan, untuk perbandingan, dan bulan2 selanjutnya tidak perlu lagi mencatat, karena sudah hafal toh, kapan masa aman dan kapan masa subur?? Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari KB alami dengan menggunakan metode irama tubuh ini :

Kelebihan : 
Dapat dilakukan oleh siapa saja
Tidak menggunakan peralatan apapun
Tidak mengganggu aktifitas seksual
Tidak mempengaruhi kesuburan dalam jangka panjang

Kekurangan : 
Tidak melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS).
Perlu waktu dan latihan untuk dapat mengetahui secara tepat masa suburnya.
Penentuan masa subur ini tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pengamatan 1 siklus mentruasi saja, setidaknya perlu pengamatan selama 6 bulan untuk lebih amannya.

  • Senggama terputus

Metode ini merupakan metode KB alami yang paling tua yang digunakan oleh manusia. KB alami ini dilakukan dengan cara menarik penis dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi. Efektifitas dari metode ini sangat bergantung dari tingkat kesadaran sang pria mengenai waktu ejakulasinya. Efektifitas berdasarkan penelitian menunjuk pada angka antara 73-96 % . Metode ini juga tidak dapat dilakukan pada pria yang mengalami masalah ejakulasi dini.

Kelebihan : 
Tidak membutuhkan biaya dan dapat dilakukan kapan saja.
Tidak ada efek samping yang mungkin dirasakan baik oleh pria ataupun wanita.
Tidak merubah siklus menstruasi pada wanita.

Kekurangannya : 
Tidak melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS)
Terjadinya interupsi saat hubungan seksual dapat mengurangi sensasi hubungan seksual
Sangat memerlukan kontrol diri dan kewaspadaan yang tinggi dari pihak pria
Kurang efektif dibandingkan metode KB lainnya
Tidak efektif apabila keduanya atau salah satu pasangan dipengaruhi oleh alkohol
Selain KB alami yang disebutkan diatas ada juga metode KB alami dengan menggunakan strip untuk mengetahui masa subur, yang dapat dibaca pada artikel selanjutnya.


selamat mencoba...


Minggu, 22 Juli 2012

efek menggunakan obat


Penggunaan Obat dapat menghasilkan lebih dari satu efek, yaitu :

1. Efek terapi ( utama ).
Terapi obat dapat bertujuan untuk : (a) terapi kausal ; (2) terapi simtomatik dan (3) terapi substitusi 

2. Efek samping : adalah efek yang tidak diinginkan, atau efek obat yang tidak termasuk kegunaan terapi, misalnya : Efek terapi pemberian morfin adalah sebagai analgesik, tapi mempunyai efek samping depresi pernapasan dan konstipasi..

3. Efek teratogen :
Adalah efek obat yang pada dosis terapetik untuk ibu hamil, mengakibatkan cacat pada janin, misalnya : tangan dan kaki seperti kepunyaan anjing laut atau bentuk-bentuk lain yang tidak normal.
4. Efek toksik :
Adalah aksi tambahan dari obat yang lebih berat dari efek samping dan merupakan efek yang tidak diinginkan. Efek ini disebabkan oleh dosis yang berlebih

5. Idiosinkrasi :
Efek obat yang secara kualitatif berlainan sekali dengan efek terapi normalnya.

6. Fotosensitisasi :
Adalah efek kepekaan yang berlebihan terhadap cahaya yang timbul akibat penggunaan obat, misalnya penggunaan obat Bithionol sebagai antiseptika lokal.


EFEK OBAT PENGULANGAN ATAU PENGGUNAAN OBAT YANG LAMA

1. Hipersensitif :
Adalah suatu reaksi alergik yang merupakan respons abnormal terhadap obat dimana pasien sebelumnya telah kontak dengan obat tersebut hingga berkembang timbul antibodi.

2. Kumulasi :
Suatu fenomena pengumpulan obat dalam badan akibat pengulangan penggunaan obat, dimana obat diekskresi lebih lambat dibanding kecepatan absorpsinya.

3. Toleransi :
Suatu fenomena berkurangnya respon terhadap dosis obat yang sama, sehingga untuk memperoleh respon yang sama , dosis harus diperbesar

4. Takhifilaksis : 
Adalah fenomena berkurangnya kecepatan respons terhadap aksi obat pada pengulangan penggunaan dosis yang sama (kurang sensitif). Respon semula tidak terulang meskipun dengan dosis yang lebih besar. 

5. Habituasi :
Suatu gejala ketergantungan psikhologik terhadap suatu obat. Kriterianya : (a) selalu ingin menggunakan obat; (b) tanpa atau hanya sedikit kecenderungan untuk menaikkan dosis; (c). memberikan efek yang merugikan pada suatu individu.

5. Adiksi :
Adalah suatu gejala ketergantungan psikhologik dan fisik terhadap obat. Kriteria : (a) ada dorongan untuk selalu menggunakan obat; (b). ada kecenderungan untuk menaikkan dosis; (c). timbul ketergantungan psikhik dan biasanya diikuti ketergantungan fisik.; (d) merugikan terhadap individu maupun masyarakat.

6. Resistensi terhadap bakteri :
Pada penggunaan antibiotik untuk infeksi oleh bakteri, dapat terjadi obat tidak mampu bekerja lagi untuk membunuh atau menghambat perkembangan bakteri tertentu.

EFEK PENGGUNAAN OBAT CAMPURAN

Penggunaan obat campuran dapat nenyebabkan efek : (1) Adisi; (2) Sinergis; (3) Potensiasi; (4) Antagonis dan (5) Interaksi.

1. Adisi : 
Beberapa obat yang diberikan bersama-sama memberikan efek yang merupakan penjumlahan dari efek masing-masing obat bila diberikan secara terpisah 

2. Sinergis : 
Beberapa obat mempunyai aksi yang hampir sama, bila diberikan bersama-sama ,memberikan efek yang lebih besar dari efek masing-masing obat yang diberikan secara terpisah 


3. Potensiasi :
Beberapa obat yang diberikan bersama-sama dengan aksi-aksi yang tidak sama, memberikan efek yang lebih besar pada pasien, dari pada efek masing-masing secara terpisah. 

4. Antagonis :
Beberapa obat yang diberikan bersama-sama, salah satu obat mengurangi efek dari obat yang lain

5. Interaksi obat :
Interaksi obat berlangsung dengan beberapa cara, yaitu : (a) Interaksi kimia ; (b) Kompetisi untuk mengikat protein ( mendesak obat lain pada protein ); (c) Induksi enzim ( menstimulasi pembentukan enzim di hati sehingga obat cepat dibiotransformasi dan dieliminasi ); (d) Inhibisi enzim ( mengganggu fungsi hepar dan enzim-enzimnya, sehingga memperkuat kerja obat lain ).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSI OBAT : yaitu
1. Berat badan
2. Umur
3. Jenis kelamin
4. Kondisi patologik pasien
5. Genetik ( Idiosinkrasi )
6. Cara pemberian obat : 
(a) yang memberikan efek sistemik : - oral; sublingual; bukal;-parenteral;- implantasi subkutan; rektal; 
(b) yang memberikan efek lokal :- inhalasi; -topikal ( pada kulit ) : salep, krim , lotion ; - obat-obat pada mukosa : tetes mata, tetes telinga, 

oksigennasi 2012


1.  PENGERTIAN

Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh.Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida(CO2)  sebagai hasil sisa oksidasi. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan), kardiovaskulerdan hematology.

2.              SISTEM RESPIRASI

Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yangterdiri atas dinding dada, otot-otot pernafasan, diagfragma, isi abdomen, dinding abdomen dan pusapernafasan di otak. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Ada 3 langkahdalam proses oksigenasi yaitu ventilasi, perfusi paru dan difus1).

1.      Ventilas
 
Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru, jumlahnya sekitar500 ml. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafanyang utuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma.Diafragma dipersyarafi olehsaraf frenik, yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat.Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleuradengan tekanan atmosfer, dimana pada inspirasi tekanan intrapleural lebih negative (725mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli.Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor :
1.Kebersihan jalan nafas, adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangimasuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru.
2.Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan
3.Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru
4.Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma, eksternal interkosa, internal interkosa,
otot abdominal.

2). Perfusi Paru
Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi, dimana padasirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikelkanan jantung.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam prosespertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Sirkulasi paru merupakan 8-9%dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volumdarah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atauekanan darah sistemik

3. Difus
Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.Difusi adalah pergerakan moleku dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadiantara alveolus dengan membrane kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2di alveoli sekitar 100 mmHgsedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusimasuk ke dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2
akan berdifusi keluar alveoli.


Anatomi paru
 
Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udaraatau alveoli. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1) Paru-paru kanan, terdiri dari 3 lobus, yaitu lobus superior, lobus media, dan lobusinferior.
2) Paru-paru kiri, terdiri dari 2 lobus, yaitu lobus superior dan lobus inferior. (Syaifuddin,1997). Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin,1997)


Gambar 1.Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin, 1997)

Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula, dan disini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisan epitelium bersilia diganti dengansel epitelium yang pipih.Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epiteliumpipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatujaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (EvelynC. P, 2002









2.      SISTEM KARDIOVASKULER


a.      Struktur dan letak jantung

Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiridan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian diatas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masingbelahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikeldihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanandisebut katup ( valvula ) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katubmitral atau katub bikuspidalis (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran initerdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardiumviseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luardisebut perikardium parentalis (lapisan yang membungkus jantung sebagaikantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serusyang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itusendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot),endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar  jantung, sesuai petunjuk anak panah




b.      Fisiologi jantung

Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasipulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katupaorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kananyang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewatkatup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat,darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang.Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi(diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial danrelaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikeldisebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel.Kontraksi ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksikedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat.Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darahyang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatandenyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).


3.      HEMATOLOGI

Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb)dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dansetiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigenmembentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph,konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah.Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan mempengaruhi transport gas

4.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN

1.      Faktor Fisiologi

1.      Menurunnya kapasitas pengikatan O2seperti anemia
2.      Menurunnya konsentrasi O2yang diinspirasi seperti pada obstruksi salurannapas bagian atas
3.      Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transport O2terganggu
4.      Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi, demam, ibu hamil, lukadan lain-lain.
5.      Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan,obersitas, musculus skeleton yang abnormal, penyakit kronik seperti TBC paru



2. Faktor Perkembangan
1.              Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan
2.              Bayi dantoodler: adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut
3.              Anak usia sekolah dan remaja , resiko saluran pernafasan dan merokok
4.              Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat, kurang aktivitas, stressyang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru
5.      Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinanarteriosklerosis, elastisitas menurun, ekspansi paru menurun


3. Faktor Prilaku
1.              Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru, giziyang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang, diet yangterlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis.
2.              Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen
3.              Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dankoroner
4.      Substance abuse alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe)menurun mengakibatkan
5.      penurunan hemoglobin, alkohol menyebabkan depesipusat pernafasan
Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningka


4. Faktor Lingkungan
1.              Tempat kerja (polusi)
2.              Suhu lingkungan
3.      Ketinggian tempat dari permukaan lau


5. Perubahan fungsi jantung
Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagaiberikut :
1.              Gangguan KonduksiGangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia)
2.              Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung)Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksiaJaringan.
3.               Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis, obstruksi, regurgitasi darah yangmengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras.
4.      Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dariarteri koroner ke miokardium.

6. Perubahan fungsi pernafasan
1.              Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepatdandalam. Hiperventilasi dapat disebabkan karena :
a.               Kecemasanb.
b.      Infeksi / sepsis
c.        Keracunan obat-obatand.
d.      Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik 
Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia, napas pendek, nyeri dada (chest pain),menurunnyakonsentrasi, disorientasi, tinnitus. 

2.              Hipoventilasi
Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atauuntukmengeluarkan CO2 dengan cukup, biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru).

Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala, penurunan kesadaran,disorientasi,kardiakdistritma, ketidakseimbangan elektrolit, kejang, dan kardiak arrest. 
3.              Hipoksia
Tidak adekuatnya pemenuhan O2seluler akibat dari defisiensi O2yang diinspirasi atau meningkatnyapenggunaan O2pada tingkat seluler. Hipoksia dapat disebabkan oleh
a.               Menurunya hemoglobinb.
b.      Berkurangnya konsentrasiO2jika berada di puncak gunungc.
c.       Ketidakmampuan jaringan mengikat O2seperti keracunan sianidad.
d.      Menurunnya difusi O2dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumoniae.
e.       Menurunnya perfusi jaringan seperti syokf.
f.       Kerusakan / gangguan ventilasi 
 
Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan, kecemasan, menurunnya kemampuan konsentrasi, nadimeningkat, pernafasan cepat dan dalam, sianosis dan clubbing.






DAFTAR PUSTAKA
Tarwoto, Wartonah.
 Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan
. Edisi 3. Jakarta : SalembaMardika tahun 2006.Hidayat, Aziz Alimul.
 Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Edisi 2. Jakarta : Salemba Mardika2007Perry, Potter. Fundamental of nursing Edisi 4. Volume 1 & 2. Jakarta : EGC. 1997



oksigennasi 2012


1.  PENGERTIAN

Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh.Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida(CO2)  sebagai hasil sisa oksidasi. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan), kardiovaskulerdan hematology.

2.              SISTEM RESPIRASI

Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yangterdiri atas dinding dada, otot-otot pernafasan, diagfragma, isi abdomen, dinding abdomen dan pusapernafasan di otak. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Ada 3 langkahdalam proses oksigenasi yaitu ventilasi, perfusi paru dan difus1).

1.      Ventilas
 
Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru, jumlahnya sekitar500 ml. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafanyang utuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma.Diafragma dipersyarafi olehsaraf frenik, yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat.Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleuradengan tekanan atmosfer, dimana pada inspirasi tekanan intrapleural lebih negative (725mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli.Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor :
1.Kebersihan jalan nafas, adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangimasuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru.
2.Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan
3.Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru
4.Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma, eksternal interkosa, internal interkosa,
otot abdominal.

2). Perfusi Paru
Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi, dimana padasirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikelkanan jantung.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam prosespertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Sirkulasi paru merupakan 8-9%dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volumdarah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atauekanan darah sistemik

3. Difus
Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.Difusi adalah pergerakan moleku dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadiantara alveolus dengan membrane kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2di alveoli sekitar 100 mmHgsedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusimasuk ke dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2
akan berdifusi keluar alveoli.


Anatomi paru
 
Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udaraatau alveoli. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1) Paru-paru kanan, terdiri dari 3 lobus, yaitu lobus superior, lobus media, dan lobusinferior.
2) Paru-paru kiri, terdiri dari 2 lobus, yaitu lobus superior dan lobus inferior. (Syaifuddin,1997). Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin,1997)


Gambar 1.Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin, 1997)

Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula, dan disini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisan epitelium bersilia diganti dengansel epitelium yang pipih.Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epiteliumpipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatujaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (EvelynC. P, 2002









2.      SISTEM KARDIOVASKULER


a.      Struktur dan letak jantung

Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiridan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian diatas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masingbelahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikeldihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanandisebut katup ( valvula ) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katubmitral atau katub bikuspidalis (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran initerdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardiumviseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luardisebut perikardium parentalis (lapisan yang membungkus jantung sebagaikantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serusyang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itusendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot),endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar  jantung, sesuai petunjuk anak panah




b.      Fisiologi jantung

Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasipulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katupaorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kananyang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewatkatup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat,darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang.Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi(diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial danrelaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikeldisebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel.Kontraksi ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksikedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat.Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darahyang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatandenyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).


3.      HEMATOLOGI

Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb)dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dansetiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigenmembentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph,konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah.Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan mempengaruhi transport gas

4.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN

1.      Faktor Fisiologi

1.      Menurunnya kapasitas pengikatan O2seperti anemia
2.      Menurunnya konsentrasi O2yang diinspirasi seperti pada obstruksi salurannapas bagian atas
3.      Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transport O2terganggu
4.      Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi, demam, ibu hamil, lukadan lain-lain.
5.      Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan,obersitas, musculus skeleton yang abnormal, penyakit kronik seperti TBC paru



2. Faktor Perkembangan
1.              Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan
2.              Bayi dantoodler: adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut
3.              Anak usia sekolah dan remaja , resiko saluran pernafasan dan merokok
4.              Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat, kurang aktivitas, stressyang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru
5.      Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinanarteriosklerosis, elastisitas menurun, ekspansi paru menurun


3. Faktor Prilaku
1.              Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru, giziyang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang, diet yangterlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis.
2.              Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen
3.              Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dankoroner
4.      Substance abuse alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe)menurun mengakibatkan
5.      penurunan hemoglobin, alkohol menyebabkan depesipusat pernafasan
Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningka


4. Faktor Lingkungan
1.              Tempat kerja (polusi)
2.              Suhu lingkungan
3.      Ketinggian tempat dari permukaan lau


5. Perubahan fungsi jantung
Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagaiberikut :
1.              Gangguan KonduksiGangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia)
2.              Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung)Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksiaJaringan.
3.               Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis, obstruksi, regurgitasi darah yangmengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras.
4.      Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dariarteri koroner ke miokardium.

6. Perubahan fungsi pernafasan
1.              Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepatdandalam. Hiperventilasi dapat disebabkan karena :
a.               Kecemasanb.
b.      Infeksi / sepsis
c.        Keracunan obat-obatand.
d.      Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik 
Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia, napas pendek, nyeri dada (chest pain),menurunnyakonsentrasi, disorientasi, tinnitus. 

2.              Hipoventilasi
Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atauuntukmengeluarkan CO2 dengan cukup, biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru).

Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala, penurunan kesadaran,disorientasi,kardiakdistritma, ketidakseimbangan elektrolit, kejang, dan kardiak arrest. 
3.              Hipoksia
Tidak adekuatnya pemenuhan O2seluler akibat dari defisiensi O2yang diinspirasi atau meningkatnyapenggunaan O2pada tingkat seluler. Hipoksia dapat disebabkan oleh
a.               Menurunya hemoglobinb.
b.      Berkurangnya konsentrasiO2jika berada di puncak gunungc.
c.       Ketidakmampuan jaringan mengikat O2seperti keracunan sianidad.
d.      Menurunnya difusi O2dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumoniae.
e.       Menurunnya perfusi jaringan seperti syokf.
f.       Kerusakan / gangguan ventilasi 
 
Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan, kecemasan, menurunnya kemampuan konsentrasi, nadimeningkat, pernafasan cepat dan dalam, sianosis dan clubbing.






DAFTAR PUSTAKA
Tarwoto, Wartonah.
 Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan
. Edisi 3. Jakarta : SalembaMardika tahun 2006.Hidayat, Aziz Alimul.
 Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Edisi 2. Jakarta : Salemba Mardika2007Perry, Potter. Fundamental of nursing Edisi 4. Volume 1 & 2. Jakarta : EGC. 1997