Minggu, 22 Juli 2012

oksigennasi 2012


1.  PENGERTIAN

Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh.Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida(CO2)  sebagai hasil sisa oksidasi. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan), kardiovaskulerdan hematology.

2.              SISTEM RESPIRASI

Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yangterdiri atas dinding dada, otot-otot pernafasan, diagfragma, isi abdomen, dinding abdomen dan pusapernafasan di otak. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Ada 3 langkahdalam proses oksigenasi yaitu ventilasi, perfusi paru dan difus1).

1.      Ventilas
 
Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru, jumlahnya sekitar500 ml. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafanyang utuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma.Diafragma dipersyarafi olehsaraf frenik, yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat.Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleuradengan tekanan atmosfer, dimana pada inspirasi tekanan intrapleural lebih negative (725mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli.Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor :
1.Kebersihan jalan nafas, adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangimasuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru.
2.Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan
3.Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru
4.Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma, eksternal interkosa, internal interkosa,
otot abdominal.

2). Perfusi Paru
Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi, dimana padasirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikelkanan jantung.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam prosespertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Sirkulasi paru merupakan 8-9%dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volumdarah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atauekanan darah sistemik

3. Difus
Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.Difusi adalah pergerakan moleku dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadiantara alveolus dengan membrane kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2di alveoli sekitar 100 mmHgsedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusimasuk ke dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2
akan berdifusi keluar alveoli.


Anatomi paru
 
Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udaraatau alveoli. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1) Paru-paru kanan, terdiri dari 3 lobus, yaitu lobus superior, lobus media, dan lobusinferior.
2) Paru-paru kiri, terdiri dari 2 lobus, yaitu lobus superior dan lobus inferior. (Syaifuddin,1997). Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin,1997)


Gambar 1.Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin, 1997)

Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula, dan disini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisan epitelium bersilia diganti dengansel epitelium yang pipih.Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epiteliumpipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatujaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (EvelynC. P, 2002









2.      SISTEM KARDIOVASKULER


a.      Struktur dan letak jantung

Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiridan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian diatas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masingbelahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikeldihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanandisebut katup ( valvula ) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katubmitral atau katub bikuspidalis (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran initerdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardiumviseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luardisebut perikardium parentalis (lapisan yang membungkus jantung sebagaikantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serusyang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itusendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot),endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar  jantung, sesuai petunjuk anak panah




b.      Fisiologi jantung

Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasipulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katupaorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kananyang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewatkatup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat,darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang.Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi(diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial danrelaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikeldisebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel.Kontraksi ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksikedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat.Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darahyang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatandenyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).


3.      HEMATOLOGI

Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb)dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dansetiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigenmembentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph,konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah.Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan mempengaruhi transport gas

4.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN

1.      Faktor Fisiologi

1.      Menurunnya kapasitas pengikatan O2seperti anemia
2.      Menurunnya konsentrasi O2yang diinspirasi seperti pada obstruksi salurannapas bagian atas
3.      Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transport O2terganggu
4.      Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi, demam, ibu hamil, lukadan lain-lain.
5.      Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan,obersitas, musculus skeleton yang abnormal, penyakit kronik seperti TBC paru



2. Faktor Perkembangan
1.              Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan
2.              Bayi dantoodler: adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut
3.              Anak usia sekolah dan remaja , resiko saluran pernafasan dan merokok
4.              Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat, kurang aktivitas, stressyang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru
5.      Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinanarteriosklerosis, elastisitas menurun, ekspansi paru menurun


3. Faktor Prilaku
1.              Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru, giziyang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang, diet yangterlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis.
2.              Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen
3.              Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dankoroner
4.      Substance abuse alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe)menurun mengakibatkan
5.      penurunan hemoglobin, alkohol menyebabkan depesipusat pernafasan
Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningka


4. Faktor Lingkungan
1.              Tempat kerja (polusi)
2.              Suhu lingkungan
3.      Ketinggian tempat dari permukaan lau


5. Perubahan fungsi jantung
Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagaiberikut :
1.              Gangguan KonduksiGangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia)
2.              Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung)Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksiaJaringan.
3.               Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis, obstruksi, regurgitasi darah yangmengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras.
4.      Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dariarteri koroner ke miokardium.

6. Perubahan fungsi pernafasan
1.              Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepatdandalam. Hiperventilasi dapat disebabkan karena :
a.               Kecemasanb.
b.      Infeksi / sepsis
c.        Keracunan obat-obatand.
d.      Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik 
Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia, napas pendek, nyeri dada (chest pain),menurunnyakonsentrasi, disorientasi, tinnitus. 

2.              Hipoventilasi
Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atauuntukmengeluarkan CO2 dengan cukup, biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru).

Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala, penurunan kesadaran,disorientasi,kardiakdistritma, ketidakseimbangan elektrolit, kejang, dan kardiak arrest. 
3.              Hipoksia
Tidak adekuatnya pemenuhan O2seluler akibat dari defisiensi O2yang diinspirasi atau meningkatnyapenggunaan O2pada tingkat seluler. Hipoksia dapat disebabkan oleh
a.               Menurunya hemoglobinb.
b.      Berkurangnya konsentrasiO2jika berada di puncak gunungc.
c.       Ketidakmampuan jaringan mengikat O2seperti keracunan sianidad.
d.      Menurunnya difusi O2dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumoniae.
e.       Menurunnya perfusi jaringan seperti syokf.
f.       Kerusakan / gangguan ventilasi 
 
Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan, kecemasan, menurunnya kemampuan konsentrasi, nadimeningkat, pernafasan cepat dan dalam, sianosis dan clubbing.






DAFTAR PUSTAKA
Tarwoto, Wartonah.
 Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan
. Edisi 3. Jakarta : SalembaMardika tahun 2006.Hidayat, Aziz Alimul.
 Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Edisi 2. Jakarta : Salemba Mardika2007Perry, Potter. Fundamental of nursing Edisi 4. Volume 1 & 2. Jakarta : EGC. 1997



Tidak ada komentar:

Posting Komentar