Tampilkan postingan dengan label contoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

MAKALAH KESALAHAN PEMBERIAN OB2012AT


TUGAS KELOMPOK III
MAKALAH
KESALAHAN  PEMBERIAN OBAT

Disusun oleh :
DANIEL BILIBULU             D3 KP.11.00194
                                                          FISKA TRISUKATNO        D3 KP.11.00
MARIA NOVI ETNA          D3 KP.11.00199
YANRI NELSON TEFA      D3 KP.11.00208
YOPI ISMAEL ATI              D3 KP.11.00210
YUSNITA MUHAMAD    D3 KP.11.00212
FERDERIKA HOAR            D3 KP.11.00214

STIKES WIRAHUSADA YOGYAKARTA


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah melimpahkan berkatnya kepada kami,sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang  “SALAH PEMBERIAN OBATSebagai manusia biasa, kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini.
 Demi kesempurnaan dan peningkatan kualitas makalah ini, kami mohon kritik dan saran dari berbagai pihak dalam rangka penyempurnaan makalah ini.
Untuk itu pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami dalam proses penyelesaian penyusunan makalah ini yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan pada kami guna terselesainya makalah ini, dengan tidak mengurangi rasa hormat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat berguna dan membantu kami dalam melaksanakan kuliah nanti. Amiieen. . . . . .

























DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………………...
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………………….....
BAB I PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG.........................................................................................................I
B.      TUJUAN PENULISAN.....................................................................................................I
C.      MANFAAT PENULISAN………. ……………………….…………………………………………………………...I
BAB II PEMBAHASAN
       A.DEFENISI PEMBERIAN OBAT……………………………………………………………………………………….II
       B.FAKTOR PENYEBAB KESALAHAN PEMBERIAN OBAT……………………………………………………II
       C.CARA PENCEGAHAN TERJADI KESALAHAN PEMBERIAN OBAT……………………………………III
BAB III PENUTUP
       A.KESIMPULAN………………………………………………………………………………………………………………IV
       B.SARAN……………….………………………………………………………………………………….IV






















BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Salah satu tugas terpenting seorang perawat adalah memberi obat yang aman dan akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran yang sebenarnya.
Seorang perawat juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan.
Oleh karena itu, pada makalah ini akan di bahas salah satu rute kesalahan seorang perwat dalam  pemberian obat kepada pasien.

B.Tujuan Penulisan
1.Agar kita dapat mengetahui dan memahami tentang kesalahan pemberian obat
2.Agar kita mencegah kesalahan-kesalahan dalam pemberian obat

C.Manfaat Penulisan
Makalah ini kami buat dengan harapan agar kami lebih mengetahui mengenai kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan dalam pemberian obat kepada klien.










BAB II
PEMBAHASAN
A.Defenisi Pemberian Obat
Obat adalah substansi yang berhubungan dengan fungsi fisiologi tubuh dan berpotensi mempengaruhi status kesehatan.
Kesalahan pemberian obat adalah suatu kesalahan atau tindakan dalam memberikan obat yang tidak sesuai dengan prinsip enam benar yang dapat merugikan klien
B.Faktor Penyebab Kesalahan pemberian obat
1.Kurang menginterpretasikan dengan tepat resep obat yang dibutuhkan
Perawat juga sering tidak bertanggung jawab untuk melakukan interpretasi yang tepat terhadap orde obat yang diberikan.saat orde obat yang, dituliskan tidak dapat dibaca,maka dapat terjadi misinterpretasi terhadap order obat yang akan diberikan.
2.Kurang tepat dalam menghitung dosis obat yang akan diberikan
Dosis merupakan factor penting, baik kekurangan atau kelebihan obat dapat menyebabkan dan bisa membehayakan,sehingga perhitungan dosis yang kurang tepat  dapat membayakan klien.
3.Kurang tepat mengetahui dan memahami prinsip enam benar
Dalam memberikan pengobatan,kita sbegai perawat sering melakukan kesalahan yang fatal,hal tersebut bisa terjadi apabila kita kurang mengetahui dan memahami prinsip enem benar yang tepat.

Kesalahan pemberian obat,selain memberi obat yang salah,mencakup factor lain yang sekaligus sebagai konpensasi,memberi obat yang benar pada waktu yang salah atau memberi obat yang benar pada rute yang salah.jika terjadi kesalahan pemberian obat,perawat yang bersangkutan harus segera menghubungi dokternya atau kepala perawat atau perawat senior setelah kesalahan itu diketahuinya.



C.Cara mencegah kesalahan pemberian obat
1.Baca label obat dengan teliti
            Banyak produk tersedia dalam kotak,warna dan bentuk yang sama.
2.Pertanyakan  pemberian banyak tablet atau vial untuk dosis tunggal
Kebanyakan dosis terdiri dari satu atau dua tablet atau kapsul atau satu vial dosis tunggal .interprestasi yang salah terhadap program obat dapat mengakibatkan pemberian dosis tinggi yang berlebihan.
3.Waspada obat-obatan bernama sama
            Banyak nama obat yang terdengar sama(misalnya digoxin dan digitoxin)
4.Cermati angka belakang koma
Beberapa obat tersedia dalam jumlah yang merupakan perkalian satu sama lain(contoh:tablet cumadin dalam tablet 2,5 dan 25mg)
5.Pertanyakan peningkatan dosis yang tiba-tiba dan berlebihan
            Kebanyakan dosis di programkan secara bertahap supaya dokter dapat memantau efek teraupetik dan responnya.
6.Ketika suatu obat baru atau obat yang tidak lazim di programkan,konsultasikan kepada sumbernya
            Jika dokter tidak lazim dengan obat tersebut maka resiko pemberian dosis yang tidak
akurat menjadi lebih besar
7.Jangan beri obat yang di programkan dengan nama pendek atau singkatan yang tidak resmi.
Banyak dokter menggunakan nama pendek atau singkatan tidak resmi untuk obat yang sering di programkan.Apabila perawat atau ahli farmasi tidak mengenal singkatan tersebut obat yang di berikan atau di keluarkan bisa salah.
8.jangan berupaya menguraikan dan mengartikan tulisan yang tidak dapat di baca.
Apabila ragu Tanya ke dokter kesempatan terjadinya interprestasi kecuali,perawat mempertanyakan program obat yang sulit di baca.
9.Kenali klien yang memiliki nama sama juga minta klien,menyebutkan nama lengkapnya,    cermati nama yang tertera pada tanda pengenalan.
Sering kali satu atau dua klien memiliki nama akhir yang sama atau mirip label khusus pada buku,obat dapay member peringatan tentang peringatan masalah yang potensial.
10.Cermati ekuivalen
Saat tergesa-gesa salah baca ekuivalen mudah terjadi.contoh:di baca milligram padahal milliliter.        
           













BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Pemberian obat merupakan tindakan yang wajib dilakukan oleh setiap perawat,karna tindakan tersebut merupakan tugas perawat. Oleh karena itu, perawat harus dibekali dengan ilmu pengetahuan agar dapat mengetahui dan memahami betul prinsip”ENAM  BENAR”yang tepat,agar tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan dalam pemberian obat.
B.Saran
Setiap obat merupakan racun yang dapat memberikan efek samping yang tidak baik,jika kita salah menggunakannya.Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerugian bahkan akibatnya bisa fatal.Oleh karena itu,kita sebagai perawat kiranya harus melaksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan masalah-masalah yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.













DAFTAR PUSTAKA

L, Kee Joyce & R, Hayes evelyn ; farmakologi Pendekatan proses Keperawatan, 1996 ; EGC; Jakarta.

Priharjo, Robert; Tekhnik Dasar Pemberian Obat Bagi Perawat, 1995; EGC; Jakarta.

Aziz, Azimul; Kebutuhan dasar manusia II.

Bouwhuizen, M; Ilmu Keperawatan Bagian 1; 1986; EGC; Jakarta
TAKA

Minggu, 22 Juli 2012

surat lamaran kerja 2012


Lampiran              :  -                                                                           Yogyakarta, 23 Juli 2012
Perihal                    :  Lamaran pekerjaan


                Yth. HRD Recruitment
                        PT. Air Asia  
                        District Yogyakarta
                Di Tempat


Dengan hormat,
Berdasarkan informasi yang saya dapat, yang berdantatangan di bawah ini,
                Nama                                     :  Oktaviana Puspitasari
                Umur                                      :  23 th
Mengajukan Lamaran pekerjaan sebagai staff  ticketing di PT. Air Asia
Sesuai dengan persyaratan yang telah disebutkan, saya lampirkan beberapa berkas yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan :
1.       Daftar Riwayat Hidup
2.       Fotocopy ijazah terakhir
3.       Fotocopy kartu tanda penduduk
4.       1 lembar  pas photo 4x6

Demikian surat lamaran ini saya ajukan, dengan harapan dapat diterima bekerja.
Atas perhatian Bapak/ ibu saya ucapkan terima kasih.

                                                                                                                      Hormat saya,


                                                                                                                ( Oktaviana Puspita s)
               

contoh membuat DAFTAR RIWAYAT HIDUP


            DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nama                                     :  OKTAVIANA PUSPITASARI
Tempat dan tanggal lahir :  Wonogiri, 20 Oktober 1988
Alamat                                  :  Babarsari, Tambak Bayan 14 no 8AB, Yogyakarta
Ho HP                                    :  085 281 585 033 / 0877 3838 3400
Agama                                   :  Islam
Berat badan                         :  53
Tinggi Badan                        :  164
Hobi                                       :  jalan-jalan  ( traveling )
Data Pendidikan
a.       Tamatan SMA Negeri 2 Wonogiri th. 2007
b.        Pendidikan Staff Airlines danPramugari Jogja Flight Education Center ( JFEC ) 2008

Pengalaman Kerja
-          Barama Intercity Tour & Travel  2008 – hingga saat ini sebagai  staff  ticketing


Demikian daftar riwayat hidup yang saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Terima kasih.


                                                                                                                                Hormat saya,


                                                                                                                         ( Oktaviana Puspitas )

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Materi penyuluhan                  : TUBERKULOSIS (TBC) PARU
Sasaran                                    : Masyarakat.
Hari/tanggal                            : Selasa/31 Maret 2009.
Waktu                                     : 40 menit.
Tempat                                    : Rumah keluarga Ny. MI
Tujuan Instruksional umum:
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang TBC keluarga dapat mengerti dan mengetahui penyakit TBC..

Tujuan Instruksional khusus:
Setelah menerima materi maka keluarga diharapkan dapat untuk :
  1. Menyebutkan pengertian tentang TBC.
  2. Menyebutkan cara penularan TBC.
  3. Penentuan penyakit (diagnosis) TBC
  4. Menyebutkan tanda dan gejala TBC.
  5. Menyebutkan pengobatan TBC.
  6. Mengerti tentang tata cara mencegah penyakit TBC.

Materi :
Konsep dasar penyakit :
  1. Pengertian.
  2. Cara penularan.
  3. Tanda dan gejala.
  4. Penentuan Penyakit (diagnosis).
  5. Pengobatan .
  6. Pencegahan.



Kegiatan belajar mengajar :
  1. Pembukaan 5 menit.
a.       Perkenalan diri.
b.      Penjelasan tujuan penyuluhan.
  1. Penyajian 15 menit.
  2. Tanya jawab 15 menit.
  3. Penutup/kesimpulan 5 menit.
Metode :
  1. Ceramah.
  2. Tanya jawab.

Media :
Leaflet.

Evaluasi

Dilakukan dengan menggunakan pertanyaan lisan.
  1. Sebutkan pengertian penyakit TBC!
  2. Sebutkan cara penularan TBC!
  3. Sebutkan tanda dan gejala TBC !
  4. Sebutkan cara untuk memastikan penyakit TBC!
  5. Sebutkan obat-obat untuk TBC !
  6. sebutkan cara mencegah tbc!









TUBERKULOSIS (TBC) PARU

A. PENGERTIAN

       TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman micobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lain.

B. CARA PENULARAN

       Pada waktu batuk atau bersin, penderita TBC menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak yang sangat halus). Droplet yang mengandung kuman akan bertahan  di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.Orang lain dapat terinfeksi apabila menghirup udara yang mengandung kuman tersebut.

C. TANDA DAN GEJALA

Gejala utama


- Batuk terus menerus selama 3 minggu atau lebih

Gejala tambahan

- Sering demam

- Berkeringat malam walau tanpa kegiatan

- Badan lemah, nafsu makan turun, berat badan turun

- Dahak bercampur darah atau batuk darah, nyeri dada dan sesak nafas.


D. DIAGNOSIS


       Diagnosis TBC paru pada orang dewasa dapat diegakkan dengan ditemukannya

kuman TBC pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Jika tidak ditemukan

kuman pada pemeriksaan dahak, maka dilakukan pemeriksaan foto rontgen dada.

 

E. PENGOBATAN

       Obat TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan supaya semua kuman dapat dibunuh.
Jenis  obat  TBC adalah Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E), dan Streptomisin (S).
       Pengobatan TBC dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan.

Tahap intensif

Pada tahap intensif penderita mendapat obat setiap hari

Tahap lanjutan

Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat yang lebih sedikit, namun dalam jangka yang lebih panjang.
       Paduan obat yang digunakan dalam program pemberantasan penyakit TBC di Indonesia adalah:
- Kategori I : 2HRZE/4H3R3
- Kategori II : 2HRZES/HRZE/5H3R3E3 ATAU 2HRZES/HRZE/5HRE
- Ketgori III : 2HRZ/4H3R3 (sudah jarang digunakan)

F. PENCEGAHAN

          TBC dapat dicegah dengan imunisasi BCG, walaupun tidak seratus persen efektif. Cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit TBC adalah dengan menemukan dan mengobati secepat mungkin penderita TBC. Jika seseorang sudah menderita TBC, maka ia harus menutup hidung dan mulut ketika bersin, agar kuman TBC tidak menyebar dan menular kepada orang lain.

















DAFTAR PUSTAKA
- Departemen Kesehatan RI, Pedoman Nasional Penanggulangan   
                                               Tuberkulosis,  Cetakan 8, Jakarta, 2002
- www.medicastore.com































SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Materi penyuluhan                  : TUBERKULOSIS (TBC) PARU
Sasaran                                    : Masyarakat.
Hari/tanggal                            : Selasa/31 Maret 2009.
Waktu                                     : 40 menit.
Tempat                                    : Rumah keluarga Ny. MI
Tujuan Instruksional umum:
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang TBC keluarga dapat mengerti dan mengetahui penyakit TBC..

Tujuan Instruksional khusus:
Setelah menerima materi maka keluarga diharapkan dapat untuk :
  1. Menyebutkan pengertian tentang TBC.
  2. Menyebutkan cara penularan TBC.
  3. Penentuan penyakit (diagnosis) TBC
  4. Menyebutkan tanda dan gejala TBC.
  5. Menyebutkan pengobatan TBC.
  6. Mengerti tentang tata cara mencegah penyakit TBC.

Materi :
Konsep dasar penyakit :
  1. Pengertian.
  2. Cara penularan.
  3. Tanda dan gejala.
  4. Penentuan Penyakit (diagnosis).
  5. Pengobatan .
  6. Pencegahan.



Kegiatan belajar mengajar :
  1. Pembukaan 5 menit.
a.       Perkenalan diri.
b.      Penjelasan tujuan penyuluhan.
  1. Penyajian 15 menit.
  2. Tanya jawab 15 menit.
  3. Penutup/kesimpulan 5 menit.
Metode :
  1. Ceramah.
  2. Tanya jawab.

Media :
Leaflet.

Evaluasi

Dilakukan dengan menggunakan pertanyaan lisan.
  1. Sebutkan pengertian penyakit TBC!
  2. Sebutkan cara penularan TBC!
  3. Sebutkan tanda dan gejala TBC !
  4. Sebutkan cara untuk memastikan penyakit TBC!
  5. Sebutkan obat-obat untuk TBC !
  6. sebutkan cara mencegah tbc!









TUBERKULOSIS (TBC) PARU

A. PENGERTIAN

       TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman micobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lain.

B. CARA PENULARAN

       Pada waktu batuk atau bersin, penderita TBC menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak yang sangat halus). Droplet yang mengandung kuman akan bertahan  di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.Orang lain dapat terinfeksi apabila menghirup udara yang mengandung kuman tersebut.

C. TANDA DAN GEJALA

Gejala utama


- Batuk terus menerus selama 3 minggu atau lebih

Gejala tambahan

- Sering demam

- Berkeringat malam walau tanpa kegiatan

- Badan lemah, nafsu makan turun, berat badan turun

- Dahak bercampur darah atau batuk darah, nyeri dada dan sesak nafas.


D. DIAGNOSIS


       Diagnosis TBC paru pada orang dewasa dapat diegakkan dengan ditemukannya

kuman TBC pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Jika tidak ditemukan

kuman pada pemeriksaan dahak, maka dilakukan pemeriksaan foto rontgen dada.

 

E. PENGOBATAN

       Obat TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan supaya semua kuman dapat dibunuh.
Jenis  obat  TBC adalah Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E), dan Streptomisin (S).
       Pengobatan TBC dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan.

Tahap intensif

Pada tahap intensif penderita mendapat obat setiap hari

Tahap lanjutan

Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat yang lebih sedikit, namun dalam jangka yang lebih panjang.
       Paduan obat yang digunakan dalam program pemberantasan penyakit TBC di Indonesia adalah:
- Kategori I : 2HRZE/4H3R3
- Kategori II : 2HRZES/HRZE/5H3R3E3 ATAU 2HRZES/HRZE/5HRE
- Ketgori III : 2HRZ/4H3R3 (sudah jarang digunakan)

F. PENCEGAHAN

          TBC dapat dicegah dengan imunisasi BCG, walaupun tidak seratus persen efektif. Cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit TBC adalah dengan menemukan dan mengobati secepat mungkin penderita TBC. Jika seseorang sudah menderita TBC, maka ia harus menutup hidung dan mulut ketika bersin, agar kuman TBC tidak menyebar dan menular kepada orang lain.

















DAFTAR PUSTAKA
- Departemen Kesehatan RI, Pedoman Nasional Penanggulangan   
                                               Tuberkulosis,  Cetakan 8, Jakarta, 2002
- www.medicastore.com































contoh SUSUNAN PANITIA DIES NATALIS X


SUSUNAN PANITIA DIES NATALIS X
STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA



Pelindung                 : Ketua STIKES Wira Husada Yogyakarta
                                      Prof.dr. Supomo Sukardono, Sp. T.H.T., K.L.(K)

Penasehat                : PK III STIKES Wira Husada Yogyakarta
  Drs. Achmad Toha, Apt.Sp.FRS
   
Penanggung Jawab           : Ketua BEM  STIKES Wira Husada
                                      I Made Indra
Koordinator I             : Kemahasiswaan
                                      Drs. Mujiono

Ketua Panitia                        : Fatik Yasinta Salma

Sekretaris   I              : Sahria Laupe Rado

Sekretaris  II              : Antodiana malailo

Bendara                     : Ferdinandus Tamo Ama

Sei. Acara
Koordinator               : Brigita Suni
Anggota                     : 1. Veneranda Wahyuni
                                       2. Prima Graciana Tey Seran
                                       3. Lusia Otilia Nagur
                                      4. Paskalina Engor Babut
                                      5. Maria S Mabilehi
                                      6. Enjel
                                      7. Melina Ika Pratiwi
                                      8. Tika

Sei. Pub.Dek.Dok
Koordinator               : Sandra Mustika Ningtyas
Anggota                     : 1. Agustina Dangga
  2. Taufik Gani
  3. Yohanes Lagawana
  4. Devi
Sei. Humas
Koordinator               : Jodi Klau
Anggota                     : 1. Daud Dedi Rato Bora
  2. Agustina Dangga
  3. Taufik Gani
  4.Yohanes Lagawana
  5. Devi

Sei. Konsumsi
Koordinator               : Elisabeth
Anggota                     : 1. Patrisia D. Harjadikari
  2. Aurelia G. Viona
  3. Aliat
  4. Melina

Sei. Perlengkapan
Koordinator               : Fatik Yasinta Salma
Anggota                     : Semua anggota Dies Natalis X
           
Sei. Kerja Bakti
Koordinator               : Patrisius Rosi
Anggota                     : 1. Heribertus Kondo
  2. Lourensiana Yos Sudarso Ngaga
  3. Ferianus Ngongo
  4. Maria Felisitas Wara
  5. Debi Welvita Radjangolo
  6. Yosef Fabianus Ngongo


Sei. Footsal dan Tarik Tambang
Koordinator               : Graceman Jimmy
Anggota                     : 1. La Imo
  2. Rudi Santoso
  3. Seprianus
  4. Setriani Lomi
  5. Yuli

Sie. Volly Putra dan Putri
Koordinator               : Haryanti Bora
Anggota                     : 1. Bernadet Uldry Mariance Meus
  2. FerianusNgongo
  3. Aurelius Hendra Kalumbang
  4. Hamdan Abdullah
  5. Irwan Abdullah
  6. Konstantinus
  7. Contantinus Agung Mone Kaka
  8. Fad’at
  9. Gaspor Patrisius Luan
 10. Adrianus Nabu
 11. Ermeliensi Murniati

Sei. Keamanan
Sei. P3K
Koordinator               : Brigita  Suni
Anggota                     : 1. Iska
                                      2. Dian
                                      3. Ringo
                                      4. Oti
                                      5. Intan